Kunjunganke pabrik Frisian Flag ini pastinya tidak akan pernah terlupakan. Sebagaimana tak akan terlupakannya teman-teman yang suka jahilin saya dengan candaan: "Ini Teh Okti, atau ini teh susu?" 🙂 ya, kalimat itu adalah potongan percakapan dari iklan susu Cap Bendera yang memadukan dua suku antara suku Sunda dan Jawa. JAKARTA Rayakan Hari Susu Sedunia dan Hari Susu Nusantara yang diperingati setiap tanggal 1 Juni, PT Frisian Flag Indonesia (FFI) kembali gaungkan pentingnya penerapan gaya hidup sehat. Salah satunya dengan rutin minum susu dan aktif bergerak. FFI juga menekankan peran penting susu di setiap tahap kehidupan dan berbagai sisi kehidupan, sehingga menjadikannya bagian dari gaya Keempat Frisian Flag juga terus memberikan bantuan bagi masyarakat di lingkungan pabrik. Misalnya, mereka bekerja sama dengan sekolah-sekolah dan memberi informasi soal nutrisi, memberi kesempatan bagi anak-anak sekolah untuk melakukan kunjungan ke pabrik, juga kesempatan bagi mahasiswa untuk melakukan praktek kerja di perusahaan kami. FrisianFlag. Pada dasarnya kandungan yang terdapat pada susu ibu hamil hampir sama, akan tetapi yang membedakan adalah harganya, seperti contoh susu Frisian Flag. Harga susu hamil Frisian Flag berada pada angka kisaran di bawah Rp. 100.000 dan termasuk dalam kategori harga murah. Luckyme, beberapa hari yang lalu Frisian Flag mengundang beberapa blogger untuk berkunjung ke pabriknya guna melihat proses pembuatan susu khususnya Frisian Flag Susu Kental Manis. Saya terpilih menjadi salah satu blogger yang berkesempatan mengunjungi Pabrik Frisian Flag yang berlokasi di Ciracas, Jakarta Timur ini. 0xNGJcS. PT Frisian Flag Indonesia membangun pabrik baru dengan investasi tahap awal tahun 2020-2023 sebesar €225 juta Rp3,8 triliun untuk produk susu cair dan susu/krimer kental manis. Pabrik baru seluas 25 hektare tersebut berkapasitas 244 juta liter per tahun untuk susu cair serta 476 ribu ton per tahun untuk produk krimer kental manis. Produknya ditargetkan 90% untuk pasar domestik, dan 10% ke pasar ekspor. Penyerapan tenaga kerja akan mencapai 848 orang. Presiden Direktur PT Frisian Flag Indonesia Maurits Klavert menyampaikan, setelah hampir 100 tahun hadir di Indonesia, merupakan sebuah kebanggaan bagi perusahaan dapat memulai sebuah momen bersejarah dalam rangka realisasi dari investasi untuk membangun pabrik terbesar dari FrieslandCampina di dunia. “Pabrik baru ini akan mencakup fasilitas produksi atau pengolahan produk susu cair siap minum dan susu kental manis, sentra logistik dan distribusi serta perkantoran dengan menggunakan teknologi modern dan sudah pasti teknologi ramah lingkungan,” ungkapnya. Seiring investasi tersebut, perusahaan akan meningkatkan pula penyerapan susu segar dalam negeri yang dipasok oleh belasan ribu peternak sapi perah rakyat di tanah air. “Kami juga akan meningkatkan kerja sama dengan para mitra bisnis kami di Indonesia baik pemasok maupun ratusan mitra distributor kami yang tersebar di seluruh penjuru tanah air,” tuturnya. Saat ini, tingkat konsumsi susu per kapita masyarakat Indonesia masih sekitar 16,9 kg per kapita per tahun setara susu segar, yang jumlahnya perlu ditingkatkan untuk kompetitif di tingkat regional. “Kami yakin peluang pasar dan tingkat konsumsi produk susu olahan akan terus tumbuh tinggi ke depannya,” ujar Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita pada groundbreaking Pabrik Baru PT Frisian Flag Indonesia di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Selasa 09/03. Optimisme tersebut seiring dengan terus meningkatnya pendapatan per kapita masyarakat dan bertumbuhnya kelas menengah, bertransformasinya gaya hidup masyarakat menjadi lebih sehat, serta peningkatan permintaan produk bernutrisi tinggi selama pandemi Covid-19. “Selain itu juga semakin meningkatnya share populasi masyarakat berusia muda terutama generasi Z yang bersifat aktif, dinamis, dan memiliki mobilitas tinggi khususnya di kawasan urban, yang diperkirakan akan mendongkrak permintaan terhadap produk minuman susu yang praktis dan siap dikonsumsi ready to drink/RTD,” imbuhnya. Industri pengolahan susu merupakan salah satu sektor manufaktur pangan yang mendapat prioritas pengembangan. Hal ini berdasarkan Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional RIPIN 2015-2035. “Industri ini masih dihadapkan pada tantangan pemenuhan bahan baku, karena sampai saat ini hanya 22% bahan baku susu yang dipasok dari dalam negeri,” katanya. Menperin juga berharap kontribusi berkelanjutan PT Frisian Flag Indonesia terhadap sektor peternakan sapi perah rakyat dapat bantu mendorong kuantitas dan kualitas susu segar di dalam negeri, sehingga dapat mengurangi ketergantungan impor bahan baku. Upaya ini sejalan dengan program Kementerian Perindustrian untuk mewujudkan substitusi impor 35% pada tahun 2022. Produsen susu PT Frisian Flag Indonesia akan membangun pabrik pengolahan susu cair dan susu/krimer kental manis di Cikarang, Jawa Barat dengan investasi tahap awal untuk tahun 2020 – 2023 sebesar 225 juta euro setara Rp 3,8 triliun, asumsi kurs Rp per euro.Pabrik baru Frisian Flag akan dibangun seluas 25 hektare ha dengan kapasitas produksi 244 juta liter per tahun untuk susu cair, serta 476 ribu ton per tahun untuk krimer kental manis. Nantinya 90% hasil produksi akan ditargetkan untuk pasar ekspor dan sisanya untuk pasar dalam Direktur Frisian Flag Indonesia Maurits Klavert mengatakan pabrik ini akan menjadi pabrik terbesar milik FrieslandCampina di dunia.“Pabrik baru akan mencakup fasilitas pengolahan produk susu cair siap minum dan susu kental manis, sentra logistik dan distribusi, serta perkantoran dengan menggunakan teknologi modern dan ramah lingkungan,” ujarnya, seperti dikutip Antara, Selasa 9/3.Seiring investasi tersebut, perusahaan akan meningkatkan pula penyerapan susu segar dalam negeri yang dipasok oleh belasan ribu peternak sapi perah rakyat di Tanah air. “Kami juga akan meningkatkan kerja sama dengan para mitra bisnis kami di Indonesia baik pemasok maupun ratusan mitra distributor kami yang tersebar di seluruh penjuru tanah air,” Perindustrian Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita mengapresiasi investasi yang dilakukan Frisian Flag ini. Pasalnya, industri pengolahan susu merupakan salah satu sektor manufaktur pangan yang mendapat prioritas pengembangan berdasarkan Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional RIPIN 2015-2035.“Kami sangat mengapresiasi keteguhan PT Frisian Flag Indonesia untuk terus mengembangkan dan memperkuat kemitraan dengan koperasi dan peternak sapi perah yang sudah dijalin selama bertahun-tahun,” paparnya pada peletakan batu pertama pabrik baru PT Frisian Flag Indonesia di yang dijalankan oleh PT Frisian Flag Indonesia di antaranya bantuan Milk Collection Point MCP koperasi susu, peningkatan kapabilitas Sumber Daya Manusia SDM melalui Akademi Peternak Muda dan Farmer2Farmer, serta pembangunan dairy village desa susu. Menurut Agus, industri pengolahan susu masih dihadapkan pada tantangan pemenuhan bahan baku. Ini karena sampai saat ini hanya 22% bahan baku susu yang dipasok dari dalam diharapkan kontribusi dari Frisian Flag ini dapat membantu mendorong kuantitas dan kualitas susu segar nasional, agar dapat mengurangi ketergantungan impor bahan baku. Upaya ini sejalan dengan program Kemenperin untuk melakukan substitusi impor hingga 35% pada 2022.

kunjungan ke pabrik susu frisian flag