Didalam karya tersebut termasuk ada 70 puisi. Banyak dari puisi -puisi karya Chairil Anwar yang belum sempat dipublikasikan semasa hidupnya, dan baru dipublikasikan setelah ia meninggal. diterbitkan pula kompilasi karyanya yang lain dengan judul "Derai-derai Cemara". Karyanya yang lain, ada juga yang berjudul "Pulanglah Dia Si Anak
PenulisIndonesia Chairil Anwar (1922-1949) menulis 75 puisi, 7 prosa, dan 3 koleksi puisi. Ia juga menerjemahkan 10 puisi dan 4 prosa. Kebanyakan puisi-puisi asli Anwar dimasukkan dalam versi koleksinya: Deru Campur Debu, Kerikil-Kerikil Tajam dan yang Terampas dan yang Putus (keduanya 1949), dan Tiga Menguak Takdir (1950).
PUISIINDONESIA Selasa, 19 Mei 2015. KESABARAN (Karya: Chairil Anwar) KESABARAN. Aku tidak bisa tidur. Orang ngomong, anjing nggonggong. DERAI-DERAI CEMARA* (Karya: Chairil Anwar) CATETAN TH. 1946 (Karya: Chairil Anwar) CANDI MENDUT (Karya: Sanusi Pane) BUKIT BARISAN (Karya: Muhammad Yamin)
PUISIChairil Anwar Derai Derai Cemara. Derai-Derai Cemara. Cemara menderai sampai jauh. Terasa hari akan jadi malam. Ada beberapa dahan ditingkap merapuh. Dipukul angin yang terpendam. Aku sekarang orangnya bisa tahan. Sudah berapa waktu bukan kanak lagi. Tapi dulu memang ada satu bahan. Yang bukan dasar perhitungan kini.
Penyairpenyair muda Indonesia, tak bisa tidak membaca karya-karyanya, termasuk Adimas Immanuel, Beni Satryo. dan Dea Anugrah. Dengan ketiganya, tim kumparan berbincang menjelang haul Chairil Anwar yang jatuh hari ini, Jumat (28/4). Perbincangan dengan Dimas, sapaan Adimas Immanuel, berlangsung tatap muka di Fitzroy Cafe, Jakarta Selatan, pada
CDf9s.
puisi derai derai cemara karya chairil anwar